Indonesia Produsen Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia
Seorang pemulung mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berserakan di Pantai Kuta, Bali, Kamis 1 Januari 2015. Terdamparnya puluhan ton sampah di pantai ikon Pulau Bali tersebut merupakan dampak dari cuaca buruk di perairan selatan Bali dan sampah sisa-sisa perayaan malam tahun baru di kawasan pariwisata ini. TEMPO/Johannes P. Christo.
TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia. Sampah plastik yang disumbang Indonesia sebanyak 187,2 juta ton.
"Nilai ini hanya satu peringkat di bawah Cina yang total sampahnya 262,9 juta ton," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2016
Menurut Tuti, jika saat ini tidak ada intervensi dalam pengelolaan sampah, maka pada tahun 2020, diperkirakan jumlah plastik akan sama dengan jumlah ikan di laut. Bahkan sampah itu dapat menutup permukaan seluruh kota Bandung.
Oleh karena itu, ujar Tuti, Indonesia perlu meningkatkan penelitian dan teknologi untuk mengurai sampah plastik. Antara lain mendorong pembuatan plastik yang mudah terurai. Karena plastik yang ada saat ini beredar di pasaran baru dapat terurai dalam waktu lama.
Di dalam negeri sebenarnya sudah dibuat plastik yang dibuat dari tepung tapioka. Plastik ini menurut Tuti lebih cepat terurai. Selain itu, di luar negeri juga banyak plastik yang terbuat dari bahan organik yang mudah terurai. "Kita butuh teknologi untuk mendapatkan yang ramah lingkungan," ujar dia.
Selain itu, untuk menurunkan penggunaan plastik, KLHK juga menggalakan plastik berbayar yang akan mulai diujicobakan pada Minggu, 21 Februari 2016g. Tujuannya adalah agar konsumen berpikir dua kali dalam menggunakan plastik dan membawa sendiri kantongnya.
Saat ini KLHK masih membicarakan mekanisme pelaksanaannya. Harga per plastiknya juga masih dibicarakan dengan asosiasi pengusaha ritel Indonesia, kementerian perdagangan, dan yayasan lembaga konsumen Indonesia. Untuk harga dari KLHK ditawarkan Rp 500.
Sumber:tempo.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar